Hello, Twenty Something Self! 

Being twenty something is ...

You can describe it to whatever you like. But for me, being twenty something is...
being to care more about myself and the other opinions because it's one of the ways to improve my introspection skills.

Menjadi lebih peduli terhadap pendapat orang lain mengenai kita bukan berarti kita harus peduli berlebihan dan setiap saat. Kita harus pandai memilih pendapat mana yang layak didengar dan pendapat mana yang perlu diabaikan. Tidak selamanya kritikan datang dari orang yang ingin menjatuhkan bukan?

Menurut saya, the other opinions pada zaman sekarang lebih banyak berasal dari jejak kaki digital kita dan the other opinions adalah salah satu "lingkungan" yang harus kita jaga to make a good character building (tolong dibedakan dengan pencitraan ya). Bagaimana cara kita mengelola akun media sosial adalah salah satu the other opinions yang mudah sekali dibentuk. Mengapa? Karena akses untuk mencari tahu tentang kita cukup dengan googling. Sangat mudah dicari, sangat mudah di-kepo, dan sangat mudah dikomentari.

Masa remaja memang masa dimana muncul keinginan yang sangat tinggi untuk mencoba segala jenis media sosial. Begitu juga saya yang sempat membuat beberapa akun media sosial hingga akhirnya ada beberapa akun yang lupa password. Dan saat saya mencoba meng-googling diri saya sendiri, ada beberapa postingan di akun media sosial saya yang membuat saya kaget dan tertawa geli. Media sosial seakan menjadi mesin waktu untuk saya. Kemudian tanpa sadar saya mulai mengkritik diri saya sendiri. Kritikan yang datang dari pemikiran saat ini terhadap pemikiran saudara masa lalunya. Memang ya, introspeksi datangnya bisa dari mana saja dan kapan saja.

Saat saya mulai merasakan twenty something self yang juga cenderung dikaitkan dengan the quarter life crisismaka saya jadi memiliki keinginan untuk lebih peduli terhadap the other opinions about me dan especially my own character building. Rasa kepedulian ini ternyata bukanlah suatu hal yang berlebihan. Bahkan Jobsdb menuliskan bahwa:
"Saat ini, sebanyak 80 persen perekrut mencari tahu tentang profil kandidat melalui online sebelum mengundang untuk interview."
Being twenty something memang masa terbaik untuk berkompetisi dalam dunia kerja dan membangun karakter diri sesuai yang kita inginkan. Good luck for us dear the other twenty something guys